Saturday, November 16, 2019

8 Pementasan dalam Pagelaran Seni SMPN 22 Bandar Lampung, Keren!!

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat. 


Siang hari ketika matahari tinggi-tingginya, siswa-siswi SMPN 22 Bandar Lampung beriringan mendatangi Teater Tertutup Taman Budaya Lampung. Tujuannya selain ingin menonton pertunjukan yang diselenggarakan, juga sebagai pengisi utama acara pagelaran seni pada hari jum'at, 15/11/2019.


Teater Tertutup Taman Budaya Lampung

Bangunan yang berdiri sejak 1984 ini menampung tidak hanya peserta didik SMPN 22 tapi juga berbagai tamu undangan perwakilan osis dan pembina osis SMP/MTS lain. Terutama SMPN 3 Muhammadiyah yang turut andil meramaikan acara sebagai mitra terpilih dalam acara pagelaran seni SMPN 22 Bandar Lampung.

Acara ini diselenggarakan sebab pengisian dapodik prestasi SMPN 22 Bandar Lampung sehingga terpilih mendapat dana pembinaan menyelenggarakan ajang pengembangan potensi peserta didik serta diharapkan bisa menjadi contoh bagi sekolah lain untuk melestarikan kebudayaan Lampung. Dalam pagelaran seni ini, disuguhkan 8 pementasan yang membuat 3 jam acara pagelaran seni tidak terasa. 

1. Bebai Betabuh

Pementasan pembuka ditampilkan oleh para Ibu Guru SMPN 22 Bandar Lampung serta 2 peserta didik dengan suara yang merdu. Para Ibu Guru penampilannya tak kalah apik terutama dalam memainkan alat musik tradisional Lampung, yaitu cetik/gamolan pekhing. Akar budaya Lampung adalah tetabuhan yang merupakan ciri monumental dari dua jurai, baik Pepaduan maupun Saibatin. 

2. Musik Mekhanai Gending

Musik ini merupakan kreasi langsung dari peserta didik SMPN 22 Bandar Lampung yang sekarang telah berstatus alumni. Menurut Bapak Nurdin yang merupakan Guru Matematika dan pengajar Musik serta Tari SMPN 22 Bandar Lampung sekaligus MC pada festival pagelaran seni ini, beliau mengungkapkan bahwa meski telah lulus para alumni masih mengabdikan diri dengan mengajari adik-adik di SMPN 22 Bandar Lampung hingga saat ini. Hebatnya, 4 orang pemain musik yang bernama Diki, Aziz, Elang, dan Galih ini mampu memainkan seluruh alat musik secara bergantian. 

3. Tari Sambut Muli

Siapa sangka bahwa para penari cantik dengan kostum berwarna merah serta didominasi kuning keemasan adalah peserta didik kelas VII. Gerak tubuh yang lentur, serta mampu menyelaraskan dengan ketukan nada ternyata memang sebab latihan rutin yang didukung oleh pihak sekolah dengan mengadakan berbagai ekstra kulikuler. SMPN 22 Bandar Lampung memang mewajibkan seluruh peserta memilih minimal satu ekstrakulikuler sesuai minat bakatnya. 

4. Tari Muli Bekipas

Tari yang mengenakan kipas sebagai alat utamanya ini bercerita tentang kegembiraan dan keceriaan anak gadis yang beranjak remaja. Usia transisi yang penuh dengan problematika, tentang kisah cinta, sekolah, dan berkutik dengan teman sebaya ini berkorelasi dengan aturan adat tentang anak perempuan Lampung.

5. Sastra Pisaan
Sastra pisaan yang merupakan salah satu jenis sastra Lampung berasal dari Lampung Fubian, Sungkai, dan Waykanan. Makin kesini sastra pisaan ini hanya ditampilkan oleh generasi tua dalam acara-acara adat, sangat jarang sekali generasi muda yang bisa atau bahkan mengenal pisaan ini. Padahal pisaan merupakan salah satu akar budaya Lampung dalam bidang sastra. Oleh sebab itu, salah satu Guru SMPN 22 Bandar Lampung mementaskannya untuk mengenalkan pisaan pada seluruh peserta didik yang hadir, dengan harapan akan banyak generasi muda yang melanjutkan.

6. Tari Ham Tangguh


Ham Tangguh yang berarti kita tangguh yaitu tarian yang menjelaskan tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam mengibarkan bendera merah putih. Ditampilkan oleh siswi-siswi dari SMPN 3 Muhammadiyah Bandar Lampung, dengan penata musik bernama Oktavian. Tidak hanya menari, penampilan juga dikreasikan dengan bela diri, keren sekali bukan?

7. Kreasi Musik Tradisional SMPN 33 Muhammadiyah Bandar Lampung



Penampilan dari putra-putra terbaik SMPN 33 Muhammadiyah ini tidak kalah apiknya. Penampilan ini memainkan alat musik tradisional beriringan, bahkan ketika tirai baru saja dibuka para penonton histeris sebab selain suara musik yang dihasilkan enak didengar, para pemain juga enak dipandang dengan balutan baju tradisional terutama oleh siswi-siswi yang menonton.

8. Tari Sumbuh Geling





Kegiatan ibu-ibu membuat kerajinan berupa kotak persegi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tari ini juga telah ditampilkan ditingkat nasional serta dalam perayaan festival kopi Lampung Barat. Para penari yang tidak hanya lentur bergerak kesana-kemari tapi juga sangat ekspresif, ditambah kostum yang mendukung membuat penampilan penutup sangat meriah. 

Itulah, 8 penampilan yang dipentaskan oleh SMPN 22 Bandar Lampung dan SMPN 33 Muhammadiyah Bandar Lampung, semoga melalui ajang ini kita semua kian menyadari pentingnya melestarikan budaya Lampung, serta kemajuan teknologi harusnya membuat kita dapat turut andil melestarikan dan mengembangkan budaya Lampung bukan justru menghilangkannya. Mak Ganta Kapan Lagi, Mak Kham Sapa Lagi!!

Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Friday, November 8, 2019

Pameran Poster, Cara Asyik Sampaikan Pesan Guru BK (SMPN 22 Bandar Lampung)

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat. 



Apa yang kamu pikirkan ketika pertama kali mendengar profesi Guru Bimbingan dan Konseling?

Iya, sebagian besar apalagi peserta didik akan mengatakan bahwa Guru BK adalah polisi sekolah. Asal mula sebutan tersebut, tentu saja berasal dari pengalaman sebagian banyak orang hingga menjadi label tersendiri yang melekat pada Guru BK hingga saat ini. 

Kemudian, taukah bahwa label polisi sekolah pada Guru BK disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya, banyak guru yang bukan jurusan BK mendadak jadi guru BK karna didesak kebutuhan sekolah yang tidak mau ambil pusing. Atau, fatalnya disebabkan karna lulusan BK sendiri yang tidak mumpuni dalam ilmu psikologi konseling terlebih dalam ranah pendidikan, hingga hanya tau menghukum anak-anak di sekolah ketika salah. Apalagi faktornya kalau bukan ketika kuliah kerjaannya hanya HA HA HI HI nongkrong dan jalan-jalan. 

Fenomena saat ini mendorong saya sebagai mahasiswi program studi bimbingan dan konseling bersama dua rekan saya Sofia Nur Fauziah dan Sri Dina Handayani yang sedang melakukan praktek pengamalan lapangan (PPL) di SMPN 22 Bandar Lampung di bawah bimbingan Bapak Okke Kriswidianto, S.Pd dan Ibu Dra. Anita Subiyanti, untuk merubah stigma tersebut dengan berbagai program. Satu di antara program yang kami galakan adalah pameran poster bimbingan dan konseling. 


Tema poster yang diusung adalah pribadi, sosial, belajar, dan karir yang merupakan materi bidang layanan bimbingan dan konseling. Tema tersebut juga merupakan sumber beberapa kasus yang kerap terjadi pada peserta didik. 

Antusias Peserta Didik SMPN 22 Bandar Lampung 
Melihat Poster yang Masih Proses Pemasangan

Poster yang dipamerkanpun merupakan hasil pembuatan tangan seluruh peserta didik setiap kelasnya, mulai dari kelas VII hingga kelas IX dengan total jumlah poster 77 buah. Berdasarkan tema yang telah kami tentukan, poster yang dibuat kebanyakan mengenai bullying, larangan menggunakan narkoba dan merokok, saring sebelum sharing, stop sebar hoax, karir serta berbagai poster lain yang selain berguna sebagai ajang kreativitas juga sebagai pemberian pemahaman yang menyenangkan kepada peserta didik.

Para Pemenang Lomba Poster BK

Dari 77 poster yang dipajang, hanya 3 terbaik yang menjadi juara dan 1 pemenang poster favorit yang akan mendapatkan piagam penghargaan dan mendapat hadiah yang telah disediakan panitia, namun seluruh peserta akan mendapatkan piagam partisipan sebagai wujud apresiasi karna telah berkontribusi atas terselenggaranya pameran poster ini. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada hari senin, 11 november 2019 selepas pelaksanaan upacara bendera.

Proses Penjurian Oleh Guru Kesenian

Dalam proses penilaian kami melibatkan beberapa orang yang kompeten, hal ini dikarnakan  agar penilaian yang dihasilkan tidak subjektif. Kami juga meminta bantuan anggota osis untuk menentukan pilihan mereka, sebagai perwakilan dari peserta didik SMPN 22 Bandar Lampung. Selain itu juri juga berasal dari program studi BK karna mengingat beberapa aspek yang lebih dipahami oleh prodi kami, sebab ada beberapa hal yang membedakan poster BK dengan poster yang lainnya. Seperti ada beberapa poster yang tidak masuk dalam kriteria poster BK berdasarkan tema yang diangkat. 


Keseruan Pameran, Bu Guru PAI 
Selain Berpartisipasi Juga Ikut Selfi.

Kelas 7J, Mengirimkan 7 Poster Pada Acara Perlombaan Poster BK kali ini.

Harapan diselenggarakan pameran poster ini adalah sebagai ajang mengaktualisasikan potensi, mengembangkan kreativitas, dan menghasilakan peserta didik berprestasi tidak hanya dari segi akademik tapi juga non akademik. Serta sebagai upaya menyampaikan pesan guru bimbingan dan konseling pada seluruh peserta didik agar menjadi insan lebih baik. 


Team Pameran Poster Bimbingan dan Konseling.

Anggota PPL UIN RIL, Turut Andil Dalam Pameran Poster BK.




Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Friday, November 1, 2019

Menjadi Manusia Paling Bahagia (Rumah Psikologi Anisa)

Selamat, Siang atau malam. Semoga kita selalu selamat.



Hallo gaes, gimana kabarnya?
Semoga yang sehat semakin produktif dan yang sakit segera sehat.

Magang di sekolah menengah pertama adalah rutinitasku hampir satu bulan ini, selain menulis skripsi dan bermain games yang sedang aku gemari. Diakhir pekan aku selalu mencari event tuk sekedar melepas penat dengan sesuatu yang bermanfaat.

Salah satunya adalah sharing bersama Rumah Psikologi Annisa. Temanya tentang berpikir positif  dan kebersyukuran . Mungkin temanya terlalu klise karna bersyukur dan berpikir positif adalah suatu tindakan yang kerap kita dengar memang harus dilakukan.

Gaes, ternyata kutemukan sesuatu hal yang berbeda diacara ini, karna kita tak hanya sekedar mendapat pengetahuan tapi juga pemahaman. Pemateri yang dihadirkan adalah seorang psikolog muda, Ibu Cindani Kusuma, M.Psi., Psikolog serta Kak Reinaldy Aulia, seseorang dibalik akun The.Kahfi yang kerap berbagi kalimat penyemangat, salah satu pegiat literasi dan pendidikan di Lampung.

Kak Reinaldy Aulia, Ibu Cindani Kusuma, M.Psi., Psikolog dan Ali serta CEO Rumah Psikologi Anisa, Ibu Anisa  Rahmanita, M.Psi., Psikolog.


Seperti biasanya, ketika pergi sendiri dari kosan teman setia perjalananku adalah Abang Ojol. Sesuai jadwal yang tertera acara dimulai jam 8.30, namun sedari jam 07 aku sudah bersiap untuk berangkat ke lokasi. Tak ingin mendapat posisi duduk di belakang, tak ingin tertinggal karna waktu yang dispelekan.

Lokasi diadakannya sharing kali ini adalah di Kedatun Keagungan, sebuah rumah budaya yang dibangun untuk pelestarian adat Lampung berlokasi di Jl. Sultan Haji, No. 45, Sepang Jaya, Kedaton, Bandar Lampung.



Acara dimulai tepat jam 09, setelah hampir seluruh peserta hadir. Materi yang disampaikan menurutku sangat menyentuh, sebab permasalahan yang dibahas dihadapkan pada realita yang ada. Di antaranya dibahas problem solving untuk insecurity yang kerap dialami terutama remaja saat ini. Gak percaya diri karna ngerasa gak cantik atau ganteng, penampilannya yang gak sekeren temennya, sampai pada akhirnya merasa diri kita gak layak untuk untuk mendapatkan sesuatu yang sebenarnya kita inginkan. Hingga sadar gak sadar akan menjadi hambatan kita dalam hidup.

Sharing kemarin benar-benar berpengaruh banyak sama pola pikirku yang punya insecure tersendiri sebab pengalaman-pengalaman kurang menyenangkan dalam hidup. Mengakuinya atau tidak, rasa insecure kita juga hadir karna kita kurang bersyukur serta tidak mampunya kita berpikir positif atas kejadian yang diri kita alami hingga membuat kita sulit bahagia.

Meski mungkin kita sendiri tidak tau apa definisi dari bahagia itu sendiri.
Apakah dengan mencapai semua impian alam hidup?
Tapi bukankah selalu ada kekecewaaan didalamnya ketika ada kegagalan yang terjadi?
Versi orang lain bahagia mungkin bisa dengan bekerja sesuai hobinya, duduk-duduk santai minum kopi tanpa takut terlambat masuk kerja. Atau untuk sebagian orang lain, menjadi guru honorer, punya anak banyak dan istri yang sholehah sudah lebih dari cukup untuk sekedar membahagiakan.
Bahagia versi ibu rumah tangga, mungkin dengan melihat anak-anaknya sukses dan hidup bahagia adalah kebahagiaan baginya.

Lalu untukmu, apa definisi bahagia itu sendiri?

Apakah kamu sudah bahagia?


Ibu Cindani Kusuma, M.Psi., Psikolog Menyampaikan Materi

Pemateri pertama adalah Ibu Cindani, beliau fokus pada teknik berpikir positif yang bekaitan dengan kebersyukuran yang merupakan langkah untuk menjadi manusia paling bahagia. Beliau mengutip kalimat McCulloguh dkk, bahwa orang yang memiliki rasa syukur tinggi cenderung memiliki tingkat emosi negatif yang rendah. Meski sebenarnya gaes memang berpikir negatif juga gak selalu negatif yaa, tetap saja semua hal memiliki manfaat. Manfaat pikiran negatif yaitu membuat seseorang memiliki sikap antisipatif dan berpikir kritis, namun hal ini akan jadi masalah ketika pikiran negatif tersebut sudah dominan, sebab seseorang akan mengalami kecemasan.

Nah, bagaimana cara menghilangkan pikiran negatif dalam hidup kita, di antaranya kita bisa menggunakan rumus STOP.

Apa itu rumus STOP?

S = Say The Word Stop

Ketika pikiran irasional kita tentang insecure kita muncul, coba hentikan. Begini, insecure itu muncul karna kita terlalu melihat kekurangan kitakan? hanya satu atau dua kekurangan saja. Coba kita ingat minimal tiga kelebihan kita ketika pikiran negatif dan insecure kita hadir.

Adil gak sih kita jahat sama diri kita hanya karna satu kurangnya kita?

T = Take A Break Relaksasi

Untuk kalian yang gak pernah relaksasi, kalian bisa praktek yaa. Caranya cukup dengan menutup mata, menarik napas dari hidung dan sebelum mengeluarkan dari mulut tahan dulu di dada.

Ulangi seminima-minimalnya 3x sehari, relaksasi ini penting karna kadang kita lupa bernapas dengan cara yang sehat. Jadi tidak heran ketika kita marah, semua mengganjal di dada membuat sesak. Coba praktek yaa, rasanya kita akan lebih nyaman dan tenang apalagi disaat situasi kita lagi kacau.


O = Focus On The Outcome

Fokus sama tujuan kita, nikmati fase-fase keberhasilan akan suatu hal  yang telah kita raih dan jangan rusak dengan hal-hal kecil. Kegagalan yang kita rasakan semakin dalam karna terkadang kita terlalu menjadikan respon orang lain sebagai patokan menjalankan hidup. Jadi, abaikan.

P = Praise Your Self

Puji dirimu sendiri. Kita pantas dicintai, setidaknya oleh diri kita sendiri. Puji diri kita, ucapkan terimakasih dan sesekali berikan reward atas usaha yang telah kita lakukan.



Kak Reinaldy Aulia mengisi materi yang kedua


Acara sharingpun dilanjutkan oleh Kak Rei. Beliau lebih banyak menceritakan tentang keajaiban-keajaiban bersyukur dan berpikir positif yang beliau alami sendiri dalam hidupnya. Sehingga menyebut bahwa itu semua adalah magic. Beliau bercerita dengan bersemangat, sebab keajaiban-keajaiban diluar nalarnya yang membuat hidup tenang dan bahagia hingga saat ini.

Sempat mendapat kesempatan pergi ke luar negeri untuk pertukaran pelajar di Kanada membuatnya merealisasikan rasa syukurnya dengan tidak ingin menjadi seorang pegawai melainkan harus menyediakan lapangan pekerjaaan untuk banyak orang.

"Saya udah sampai ke luar negeri, tidak semestinya saya menjadi pegawai. Seharusnya, saya yang menciptakan lapangan pekerjaan" Kurang lebih, begitulah ungkapan beliau. Saat ini, selain aktif disosial media sebagai a man behind the kahfi, beliau juga memiliki brand pakaian syar'i dengan nama tersebut. Bahkan demi mempertahankan keputusannya itu, ia rela melepas gelar sarjana teknik elektronya dengan tidak melanjutkan pendidikannya.

"Kalau saya punya ijazah, ketika saya bangkrut. Maka saya punya pilihan, dengan melamar kerja. Maka saya putuskan untuk melepas gelar akademik saya." Ungkapnya.

Jika kusimpulkan bahagia melalui bersyukur dan berpikir positif versi Kak Rei, beliau mengemasnya dengan beberapa hal, di antaranya :

1. Tulis kebaikan yang terjadi padanya satu hari penuh, sebagai langkah agar kita menyadari bahwa banyak kebaikan yang harusnya membuat kita bersyukur dan berpikir positif
2. Membuat tantangan untuk diri sendiri sebagai manifestasi dari rasa syukur kita, semisal menyapa semua orang yang kita temui, mengucapkan terimakasih pada semua hal yang kita sentuh, serta hal lainnya.
3. Tidak terlalu mencintai dunia dan tidak menggantungkan diri kepada apapun kecuali Allah.

Selama sharing berlangsung, kami juga berkesempatan mengisi beberapa worksheet, ada tiga worksheet. Worksheet terakhir bener-bener membuat hati saya teriris. Jika ingin ikut mengisi, boleh juga ya siapkan pena dan kertasnya. :)


Worksheet pertama tentang merubah pikiran negatif ➡ positif.
1. Pikiran negatif apa yang sering muncul?

2. Pikiran negatif ini apakah benar? jika tidak kenapa?

3. Bisakah kamu menggantinya dengan pikiran yang positif?

4. Jika seseorang yang kamu sayang, memiliki pikiran negatif yang sama denganmu. Apa yang akan kamu sampaikan kepadanya?



Worksheet kedua tentang hebatnya berpikir positif
1. Saya hebat dalam hal..

2. Pikiran positif yang muncul minggu ini..

3. Saya bangga karna saya..

4. Orang tua, guru, dan lingkungan berpikir bahwa saya..



Workseet ketiga tentang alasan saya bersyukur
1. Saya bersyukur tentang keluarga saya karena..

2. Hal atau situasi yang terjadi minggu ini adalah...

3. Saya bersyukur bahwa saya berteman/menjalin hubungan dengan ... Karna ...

4. Saya bersyukur karna sesungguhnya saya...

5. Sesuatu yang konyol dalam diri saya yang membuat saya bersyukur...

6. Hal lain yang membuat saya bersyukur..


Gaes, ternyata berpikir positif dan bersyukur adalah pondasi kita dalam menjadi manusia paling bahagia. Bagaimana kita akan tenang jika dalam pikiran kita selalu hal-hal yang negatif yang kita tanam. Bagaimana kita akan hidup nyaman, jika kita tidak bersyukur hingga merasa selalu kurang. Bagaimana Allah membuat kita hidup bahagia, jika ketika kita bahagia kita melupakannya.

Selalu libatkan Allah dalam segala aktivitas kita. :")


Seluruh Peserta Workshop Kebersyukuran dan Teknik Berpikir Positif


Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Friday, October 25, 2019

Wakaf Sebagai Ibadah Kekinian Kaum Milenial (Dompet Dhuafa)


Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat.


Mungkin tema pembahasan tentang wakaf jarang sekali dibahas dalam perbincangan kaum milenial. Stigma masyarakat yang berkembang, bepikir bahwa wakaf hanya diperuntukan untuk kalangan orang dewasa yang sudah sukses, punya uang banyak dan mewakafkan hartanya dalam skala yang besar.

Gaes, padahal menurut Bapak Bobby Manulang selaku GM Mobilisasi Wakaf Dompet Dhuafa sendiri, mengatakan bahwa jangan tunggu kaya untuk berwakaf. Sebab milenial bisa berinvestasi pahala melalui wakaf atau sodaqoh jariyah sebagai amalan yang tidak terputus meski sudah meninggal dunia.

Beliau juga menambahkan, kenapa harus wakaf diantara 2 amalan lainnya yang tidak terputus seperti
ilmu bermanfaat dan doa anak sholeh. Mari kita uji 3 amalan ini.

Ilmu yang bermanfaat, untuk orang yang biasa-biasa saja atau ilmu yang tidak digunakan dengan bijak maka otomatis kita tidak punya pasif income dari amalan ini. Sedangkan untuk doa anak yang sholeh, suatu saat anak yang sudah kita didik dengan baik sejak kecil ini akan berkeluarga. Dia akan sibuk mengurus anak istinya mengurus nafkah dan tidak ada jaminan mereka mendoakan kita lagi. Nah, yang terakhir inilah sodaqotun jariyah, harta bisa menjadi teman yang paling setia menemani kita, memberikan manfaat ketika kita hidup dan kita meninggal dunia jika kita menggunakannya dengan bijak.

Itulah kenapa, penting bagi milenial untuk memahami pentingnya wakaf yang selain untuk penunjang kita diakhirat juga sebagai salah satu wujud turut andilnya kita dalam membantu masyarakat dhuafa yang membutuhkan, serta sebagai ajang edukasi sehingga ketika sudah dewasa dan punya penghasilan sendiri bisa memahami indahnya berwakaf sebagai ajang berbagi.

Melalui empat pilar tentang pengembangan objek wakaf dompet dhuafa, kita akan memahami pentingnya berwakaf demi kemaslahatan umat. Ada empat pilar objek pengembangan dompet dhuafa, di antaranya :

  • Pilar Pendidikan
Objek wakaf melalui pendidikan dompet dhuafa terbukti dengan berdirinya  3 sekolah formal yaitu Smart Ekselensia Parung, Smart Ekselensi Cibinong, serta Sekolah As-Syukro yang terdiri dari TK hingga SMA.

Smart Ekselensia Parung merupakan sekolah gratis, sedangkan 2 sekolah lainnya berbayar sebagai wujud profesionalisme dompet dhuafa dalam mengelola sekolah yang terbukti bisa bersaing dengan sekolah lain. Dua sekolah berbayar ini sebagai subsidi bagi Smart Ekselensia yang gratis, di Parung. Meski begitu, untuk 2 sekolah berbayar lainnya disediakan 30 kuotu dhuafa.

Salah satu adik kita yang bisa merajut kembali impiannya sebab dompet dhuafa adalah Jefriadi dan Muhammad Fajar yang merupakan anak dari keluarga yang mesti bekerja di perkebunan kelapa sawit di Sabah, Malaysia, sebagai TKI. Demi menggenggam impian, Jefri dan Fajar harus berpisah dengan orang tuanya sebab melanjutkan pendidikannya di Smart Ekselensia. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Jefriadi hingga menjadikannya salah satu lulusan terbaik. Selengkapnya :
https://www.youtube.com/watch?v=mXI04Lm0twE

  • Pilar Ekonomi
Dompet dhuafa memiliki pengelolaan komersial, baik melalui petenakan maupun pertanian. Dalam sektor pertanian dikelola melalui pertanian sehat dompet dhuafa, dengan memiliki berbagai Pabrik  seperti Pabrik ekstrak buah nanas, produksi bawang goreng Mak Krenyes yang merupakan produk mitra petani Brebes, selain itu ada juga produk gula semut, kopi kemloko, dan lainnya yang merupakan karya masyarakat mandiri, dimana dompet dhuafa menjadi suport system dalam pengelolaannya.

(Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Dalam Sektor pertanian) 

3. Pilar kesehatan

Model pengembangan wakaf kesehatan yaitu dengan terbentuknya 7 Rumah Sakit, di antaranya RS. AKA Medika Sribhawono, Lampung Timur, yang diwakafkan pada tahun 2016 namun mulai dikelola pada 2017. Rumah sakit yang didirikan bertujuan untuk membantu pasien yang teridentifikasi dhuafa, dengan klasifikasi tidak adanya kemampuan dari segi ekonomi yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu (SKTM) beserta data lainnya (KTP, KK, foto pasien, dan foto rumah) serta akan dilakukan survey ke lokasi tempat tinggal pasien.

Menurut Bapak Rahmat selaku humas dompet dhuafa RS. AKA Medika mengungkapkan bahwa
sebagian besar pasien dhuafa terkendala dari biaya transportasi, karna biasanya biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS. Namun, jika pasien memang tidak memiliki bantuan kesehatan apapun, akan dibantu seluruh pembiayaannya oleh dompet dhuafa.

Dalam acara Media dan Blogger Gathering saya bersama yang lainnya berkesempatan untuk melakukan Hospital Tour di RS. AKA ini untuk melihat langsung pelayanan RS. AKA yang ternyata seluruh pegawainya diwajibkan untuk melayani pasien dengan tersenyum.

Selama tour hospital. Ibu Wahyu, kepala bagian perawatan mengajak kami mengelilingi berbagai ruangan yang diberikan oleh donatur.


Ruang Sakura, persembahan salah satu donatur bernama Noviar Yuana. 


RS. AKA terdiri dari 3 kelas. Kelas 1 dengan 7 kamar dan  14 bad. Kelas 2, tediri dari 2 kamar, dan 4 bad. Sedangkan kelas 3, tediri dari 8 kamar, dan 33 bad. Terdapat satu ruang isolasi dengan 2 bad, dan ruang HCU untuk intensive care, yang terdiri dari 3 kamar dan 2 bad. Di Rumah sakit ini juga terdapat 10 dokter umum dan 11 dokter spesialis.

Selain itu, kami juga berkesempatan bertemu dengan Bapak Abdul Azis yang merupakan  suami dari pasien penerima dompet dhuafa, yaitu Ibu Tini Nursela yang melakukan pengobatan mulai dari juni 2018-mei 2019 yang menurut Bapak Abdul ditanggung seluruhnya oleh dompet dhuafa secara gratis. Selain itu merekapun diberikan uang tunai senilai Rp. 1.600.000 setiap bulannya.

Meskipun dompet dhuafa merupakan organisasi filantropi islami, tapi bukan berarti hanya membantu orang islam saja. Beberapa kasus yang terjadi seperti kasus Ibu Elizabeth seorang korban banjir bandang di Wasior, seorang nasrani yang diduga telah meninggal dunia namun ternyata masih hidup meski tengkoraknya retak tetap mendapatkan pelayanan yang sama sebab nilai-nilai kemanusiaan.

Bapak Abdul Azis, suami dari Ibu Tini Marsela 
selaku penerima pasien dompet dhuafa.


4. Pilar Sosial Ibadah
Membangun masjid-masjid yang pengelolaannya produktif merupakan pengembangan wakaf dalam pilar sosial ibadah dompet dhuafa. Bapak Bobby Manullang juga menjelaskan bahwa masjid yang produktif bukanlah dengan ibadah yang berbayar di masjid yang didirikan. Melainkan dengan membangun masjid dengan kompleks yang terdiri dari unit-unit bangunan seperti kios-kios di sekitar Masjid.

Itulah 4 pilar yang di dalamnya milenial bisa turut serta. Mungkin kita bertanya-tanya, milenial dengan statusnya yang belum punya penghasilan berapakah jumlah yang bisa ia wakafkan.

Gaes, dompet dhuafa memiliki program sejuta wakif, yaitu mengumpulkan satu juta orang yang gemar berwakaf. Melalui satu juta orang ini, kita hanya perlu mewakafkan harta kita 10k. Iya, 10k saja yang harganya tentu jauh lebih murah dari harga kuota internet kita. Melalui 10k yang kita wakafkan, akan membuat kita turut serta dalam pembangunan Rumah Sakit di berbagai daerah lain untuk membantu pasien dhuafa, membantu adik-adik kita yang bersemangat sekolah tapi terkendala biaya seperti Jefri dan Fajar, serta membantu petani dalam pengolahan hasil pertaniannya.

Melalui 10k tersebut kita dapat menjadi bagian penting dari gerakan pilantropi dompet dhuafa. Seperti yang dikemukakan Pak Bobby diakhir kalimatnya.

"Karna harta itu hina, meski kita memperolehnya dengan susah payah, mencarinya diawali dengan bissmillah tetapi ketika kita makan, ia menjadi kotoran. Harta yang kita tumpuk, setelah kita meninggal dunia berpotensi jadi rebutan. Maka yang paling selamat adalah harta yang disedekahkan atau wakafkan, yang akan menjadi penolong kita. Wakaf itu penting, bukan soal berapa jumlahnya tapi soal kebermanfaataannya."

Mari turut serta menjadi milenial yang berwakaf melalui program sejuta wakif :
https://donasi.dompetdhuafa.org/
Atau bisa melalui :
https://www.bawaberkah.org/




Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Saturday, October 12, 2019

Family Gathering (Taman Matahari Bogor)

Selamat, siang atau malam. Semoga kita selalu selamat, h3h3.

Moment paling penting bagi sebuah perusahaan salah satunya adalah family gathering, sebuah ajang untuk saling mengenal dan merekatkan kedekatan psikologis semasa pegawai, atau bahkan antar pegawai dan atasan.

Bapakku, yang merupakan seorang karyawan swasta di PT. Pagoda Indah Raya yang berada di daerah Cikupa, Tangerang. Menjadi bagian dari family gathering ini dengan mengajak anggota keluarganya. Sebenarnya family gathering ini rutin diadakan beberapa tahun belakangan, namun aku sendiri baru memiliki kesempatan kali ini, karna kampusku yang berbeda kota dengan rumah.

Family gathering tahun lalu diadakan di sebuah Villa di Puncak, Bogor. Kegiatannya pun dilakukan beberapa hari dengan menginap di sana. Meski tujuannya sama-sama Bogor, tapi destinasi wisata yang disuguhkan kali ini berbeda, dan tak ada jadwal menginap untuk gathering kali ini karna yang kami tuju adalah sebuah Taman rekreasi edukasi, yaitu Taman Matahari. 

Taman Matahari ini tepatnya berada di Jl. Raya Puncak KM 77 Cisarua, Puncak, Bogor. Kami memulai perjalanan selepas adzan subuh dari rumah orang tuaku yang berada di Cikande, Serang, Banten. Dan sampai sekitar jam 11 siang selepas melihat langsung deretan pabrik yang berganti perkebunan. 

Bus yang membawa kami selama perjalanan 

Sebelum bisa menikmati berbagai permainan di tempat ini, kami mesti berjalan beberapa meter menuju pembelian tiket. Tiket dikoordinir oleh perusahaan, harganya sekitar Rp.50.000 sampai Rp. 60.0000 tergantung hari apa kita berkunjung. Week end tentu akan lebih mahal, karna ramai.

 My Super Dad

Pemandangan pertama kali melewati tiket adalah sebuah taman yang dikelilingi pohon rindang. Ada beberapa tempat duduk yang disediakan, serta tidak sedikit yang menggelar tikar untuk makan bersama. Aku bersama keluargaku juga makan di sini, seraya duduk di kursi-kursi taman. 

Selepas makan, kami langsung mencari berbagai wahana yang tersedia di tiket. Tujuan pertama kali kami adalah mencari mobil berkepala hewan untuk mengenal berbagai sudut Taman ini.

Selepas mendapat mobil kamipun berkeliling, kali pertama kami memasuki kandang Dinosaurus. Tentu bukan Dinosaurus sungguhan, karna sekarang sudah tidak lagi ada, mungkin. Dinosaurus ini juga bisa mengeram layaknya Dinosaurus sungguhan, bahkan bisa menggerakan mulutnya seolah ingin memakan kita.


Adikku, asyik menatap Om Dino.

Selepas berkeliling, kami berhenti pada sebuah tempat yang ingin coba kami kunjungi. Turun, lalu mengucapkan terimakasih dengan memberi uang seikhlasnya pada supir. Itu memang aturannya, memberi seikhlasnya.



Istana Boneka

Wahana ini adalah tempat yang pertama kali kami kunjungi,  dengan berbagai pernak-pernik yang menggantung, dengan grafiity yang menghias berbagai sudut bangunan ini. Istana boneka, entah mungkin yang dimaksud adalah boneka yang bersama ibuku ini.

My Beloved Mom Bersama Sapi

Selain patung sapi yang berfoto bersama ibuku, ada beberapa pintu masuk lainnya. Karna keadaan yang ramai, memang aku agak terkecoh sehingga tidak masuk ke lantai atas yang katanya istananya ada disitu, aku justru masuk ke pintu yang lurus dari arah masuk, didesain seperti istana bawah laut.


Keluarga kecilku

Wahana kedua yang kami datangi adalah perahu naga. Sebuah perahu yang telah dihias oleh kepala naga. Untuk wisata ini kami cukup duduk santai, karna semua perempuan dan tidak ada yang bisa mendayung jadi dibantu oleh pegawai di sana. Tapi jika kita ingin mendayung sendiri tentu saja boleh. Ohiya, semua wahana yang aku datangi ini gratis ya gaes, sudah ditanggung oleh tiket yang kita bayar. Karna memang banyak wahana yang mesti mengeluarkan uang lagi ketika hendak masuk.

Wahana Perahu Naga

Sebelum mencoba wahana ketiga. Kami mesti berkeliling dulu, karna di samping tidak tau lokasinya. Juga ada berbagai spot foto yang menarik, selama berjalan kaki. Jarak dari wahana ke wahana, memang agak jauh gaes.




Kemudian, wahana selanjutnya dan merupakan wahana terakhir yang kami kunjungi karna lelah. Adalah perahu karet. Gaes, sebenarnya banyak sekali berbagai wahana di Taman Matahari ini, tapi karna cuaca yang terik jadi kami lebih banyak duduk santai-santai h3h3.

Wahana Perahu Karet

Family gathering, seperti kataku diawal kalimat pembuka adalah acara untuk menjalin kedeketan. Tapi tidak tau kenapa pada akhirnya justru kami berpencar hanya bersama keluarga masing-masing. Family gathering kali ini mungkin adalah ajang jalan-jalan yang dibayar perusahaan.




Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.

Wednesday, October 9, 2019

Kreasi Memasak Bakso Sehat (Bakso Bonanza)



Hujan-hujan kaya gini enaknya makan bakso nih..

Duh panas banget bikin kepala puisng, yuk ah makan bakso yang pedes biar pusingnya ilang. 

Lapernih tapi males makan nasi, bakso aja gimana?

Bakso yang menurut sejarah kuliner nusantara telah masuk ke-Indonesia abad ke-17 ini memang cocok dalam segala situasi. Tak pernah tertelan oleh pergantian musim kemarau atau musim hujan. Sebab selain enak, harganya juga terjangkau. 

Tapi rasanya makin kesini, peminat bakso menjadi semakin menurun karna beredarnya bakso borax yang tentu tidak baik untuk kesehatan. 

Harga murah tapi banyak dan enak pasti baksonya tidak dibuat dengan benar. 

Setidaknya itulah anggapanku, atau barangkali anggapan kalian juga selama ini mengenai bakso atau makanan lainnya. Tapi nyatanya kalimat itu tidak selalu benar, terlebih setelah aku mengenal bakso bonanza. Bakso ini seolah-olah hadir menjawab keresahanku. 

Bakso yang terdiri dari 84% daging ini selain harganya terjangkau, juga tentu saja dibuat dari bahan berkualitas. Daging yang bakso bonanza gunakan berasal dari daging sapi milik peternakan sendiri yang lokasinya berada di Lampung Tengah. Selain itu bakso ini juga tanpa pengawet, jadi tak heran jika tidak bisa bertahan lama, hanya sekitar 6 bulan saja ya gaes karna memang dibuat dengan bahan-bahan yang sehat. Selain itu, tepung yang digunakan juga tidak hanya tepung terigu tapi juga tepung tapioka dan tepung jagung, mangkanya rasa baksonya maknyuss. Wah jadi tidak aneh jika label halal dari MUI telah melekat dikemasan Bakso Bonanza ini yaa. :)


Bakso Bonanza berlabel halal MUI


Gaes, selanjutnya karna proses pembuatannya yang sehat, bakso bonanza ini bisa dikonsumsi oleh semua kalangan ya gaes, baik tua maupun muda. Baik orang dewasa maupun balita.

Dede lucu ini lahap sekali makan bakso bonanzanya yaa. :)


Ohiya gaes, bakso bonanza ini juga bisa dikreasikan dengan berbagai makanan yaaa. Setidaknya ada 3 menu yang bisa kita buat dengan mudah saat di rumah. Beruntungnya, aku serta teman-teman tapis blogger berkesempatan mengikuti demo memasak bakso bonanza bersama Chef Gaby Darmaji, seorang Chef cantik bermata sipit. Sehingga aku bisa berbagi dengan kalian bagaimana cara memasak kreasi bakso bonanza ini. :)


Demo Memasak Bakso Bonanza



Berikut 3 menu Bakso Bonanza :

1. Bakso Goreng Crispy


Bahan :
Tepung, telur, bubuk paprika, gula dan garam.

Cara Membuat :




Pertama sediakan dua mangkuk, mangkuk pertama diisi dengan telur dan mangkuk kedua diisi dengan tepung. Maskuan bakso bonanza pertama kali pada telur, lalu baru masukan ke mangkuk yang berisi tepung. Telur digunakan sebagai perekat tepung pada bakso. Setelah itu, masukan bakso pada wadah di atas kompor yang berisi minyak panas yang telah panas. Tunggu hingga bakso berwarna kecoklatan, jika sudah tiriskan bakso dalam piring. Bakso goreng crispy siap disajikan. :)


2. Bakso Kuah


Bahan :
Kemiri, bawang bombay, daun bawang, bawang putih, bawang merah, merica, garam, dan daging.

Cara Membuat :






Pertama, siapkan seluruh bahan yang diperlukan. Lalu iris (bawang bombay, daun bawang, bawang putih, dan bawang merah), lalu masukan minyak sebanyak 2 sendok ke wadah yang telah disediakan. Setelah itu tunggu hingga minyak panas dan maasukan bawang bombay yang telah diiris. Tak lama masukan daging dan kemiri lalu diaduk.
Setelah merata, masukan satu liter air, bawang putih dan garam. Tunggu hingga air mendidih, baru masukan bakso ke dalam kuah. Bakso kuah bonanza pun siap dihidangkan. :)

Ohiya gaes, menurut Chef Gaby, alasan garam dimasukan terakhir bertujuan agar masakan tidak asin ya.


3. Bakso Bakar Keju


Bahan :
Keju, dan saus (sesuai selera).

Cara Membuat :
Pertama, tusuk bakso bonanza seperti membuat sate. Lalu siapkan saus, dalam demo memasak kemarin Chef Gaby menggunakan Saus Golgogi. Setelah itu, olehkan saus tersebut. Jika dirasa sudah coklat merata, tambahkan keju Mozarela agar bakso bakar lebih gurih lagi.




Itulah berbagai resep kreasi bakso bonanza. Gimana gaes, mudah bukan? Selain bahan yang tidak terlalu banyak, cara pengerjaan yang sederhana bukan. Jadi tunggu apalagi. Yuk masak bakso kreasimu dengan bakso bonanza. :)

Ohiyaa, jangan sampai ketinggalan promo menarik, dari bakso bonanza yaa. 








Untukmu yang menatap lekat kata, penulis yang baik adalah pembaca. 
Terimakasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.